/ Detail

PENTINGNYA BUDAYA LITERASI

05

Nov

PENTINGNYA BUDAYA LITERASI


Humas SMPN 4  

PENTINGNYA BUDAYA LITERASI

Oleh: Mega Purnama

 

Kata literasi bukan menjadi hal baru tentunya, bagi kita yang hidup di tengah kota dengan beragam kemudahan mendapatkan informasi. Akan tetapi, masih saja ada kekeliruan saat memaknai kata tersebut. Secara etimologi, istilah literasi berasal dari bahasa Latin, yakni “Literatus” yang memiliki arti orang yang belajar. Istilah literasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca. UNESCO pun memberikan pemaknaan terhadap literasi yang lebih mendalam. Dikatakan bahwa literasi merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, megartikan, menciptakan, mengomunikasikan, menghitung, menggunakan materi tercetak dan tertulis yang berkaitan dengan berbagai konteks. Melalui pemaknaan tersebut, bahwa kegiatan literasi tidak hanya diartikan sebagai suatu kegiatan membaca dan menulis saja, namun dengan cakupan yang lebih mendalam.

Pada penerapannya, kegiatan literasi ini pun mengalami perkembangan sesuai dengan zaman yang semakin maju. Mungkin kalau dahulu saat mendengar kata “Literasi”, yang terbesit di benak kita adalah suatu kegiatan membaca buku, koran, majalah, dsb. Tetapi kini kata literasi sudah berkembang pesat. Adanya literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi agama, serta literasi budaya dan kewargaan. Banyaknya macam literasi tersebut semakin memperkuat bahwa literasi memang terintegrasi pada semua kegiatan yang kita lakukan dalam sehai-hari

Ketika literasi terintegrasi pada semua aspek kegiatan sehari-hari, disitulah mulai tertanam adanya budaya literasi. Kata budaya memiliki makna suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu, pemaknaan budaya literasi merupakan suatu penanaman kebiasaan, yang kemudian bekembang menjadi suatu pedoman dalam melakukan segala kegiatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika ada seseorang di stasiun kereta dan ia hendak berpergian menggunakan kereta untuk pertama kalinya, tentu literasi menjadi modal awal. Namun, yang sering terjadi, banyak orang justru lebih memilih bertanya kepada petugas stasiun kereta, ketimbang membaca segala petunjuk yang tertera jelas terpasang di area stasiun. Atau, seorang siswa yang hendak mengerjakan tugas dan masih saja bertanya kepada sang guru, “Bu dikerjakan di buku tulis ya?” padahal sang guru sudah jelas menuliskan di papan tulis “Kerjakanlah soal berikut ini pada buku tulis latihan matematikamu!” Hal-hal tersebut terlihat sederhana namun amatlah penting. Kebiasaan malas membaca untuk memperoleh informasi rasanya masih banyak terjadi di sekitar kita.

Penanaman budaya literasi memang tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Kerja sama dari semua lapisan masyarat menjadi hal utama dalam penanaman budaya literasi. Sekolah adalah salah satu sarana pendidikan formal, sehingga sekolah bisa dijadikan tempat dalam membudayakan literasi. Hal ini terkait pada peran guru untuk menerapkan pelajaran yang berbasis literasi pada semua mata pelajaran, tentunya bukan hanya pelajaran Bahasa Indonesia saja. Gerakan literasi sekolah yang dicanangkan Kemendikbud, gerakan 15 menit membaca   sebelum KBM, harus mendapat apresiasi dan dukungan dari kita semua. Tentu hal ini akan menjadi pembiasaan yang sangat baik untuk mulai membudayakan literasi. Selain sekolah, peranan orang tua dalam keluarga juga menjadi pelopor penanaman budaya literasi dalam lingkup kecil. Contohnya saat penanaman literasi agama dalam keluarga, kegiatan tadarus atau pemaknaan isi kitab suci menjadi penanaman yang baik untuk anak-anak khususnya. Orang tua sekaligus menjadi cermin perilaku terhadap apa yang dilakukan anak-anaknya. Jadi, mulailah untuk membiasakan diri berliterasi. Harapan kita bersama, dengan terwujudnya budaya literasi dapat menciptakan peradaban yang lebih maju dan berwawasan.

Salam literasi.


Website Sekolah ini Dikelola oleh CLIMBERNET